Memilih antara KPR atau cash saat membeli perumahan di Solo bukan keputusan sepele. Keduanya punya kelebihan dan risiko masing-masing, dan pilihan yang salah bisa berdampak jangka panjang. Simak perbandingan lengkap berikut sebelum memutuskan!
Mending KPR atau Cash Saat Beli Perumahan di Solo?
Metode pembayaran adalah salah satu keputusan terpenting dalam proses membeli rumah. Selain menyesuaikan kemampuan finansial, pilihan antara KPR maupun cash saat membeli perumahan di Solo juga memengaruhi strategi investasi jangka panjang. Berdasarkan data Cushman & Wakefield MarketBeat Reports, KPR mendominasi transaksi pembelian rumah di Indonesia dengan persentase 74,1%, diikuti pembayaran tunai angsuran 15,2%, dan tunai penuh hanya 10%.
Namun, dominasi KPR bukan berarti cash tidak menguntungkan. Keduanya relevan tergantung profil finansial dan tujuan kepemilikan properti.
Keunggulan KPR dan Cash pada Perumahan di Solo
– Beli Cash: Bebas Bunga, Aset Langsung Milik Sendiri
Membeli rumah secara tunai memberikan sejumlah keuntungan nyata, rumah langsung menjadi milik sendiri, sertifikat bisa langsung dijaminkan ke lembaga keuangan, serta bebas dari bunga dan biaya administrasi tambahan.
Setelah transaksi selesai, rumah yang dibeli secara cash otomatis menjadi aset yang bisa dijual kembali dalam 3–5 tahun ke depan untuk mengambil keuntungan dari kenaikan nilai properti. Di Solo, di mana harga properti tumbuh rata-rata 5–9% per tahun, strategi ini terbukti menguntungkan.
– Beli KPR: Rumah Lebih Cepat Dimiliki, Modal Awal Lebih Ringan
Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group, Andy Nugroho, menjelaskan bahwa dengan KPR, pembeli bisa lebih cepat mendapatkan rumah yang diinginkan tanpa harus menabung dalam waktu lama untuk membeli secara tunai.
Cukup menyiapkan uang muka sekitar 15–20% dari harga rumah, hunian sudah bisa langsung ditempati. Cicilan pun dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial dan semakin besar DP di awal, semakin ringan cicilan per bulan.
Baca juga: Suku Bunga BI Ditahan 4,75%, Waktunya Beli Rumah di Solo?
Risiko yang Perlu Dipertimbangkan Antara KPR dengan Cash
– Risiko Cash
Penipuan adalah risiko terbesar pembelian tunai. Jika kepemilikan rumah bermasalah secara hukum, uang yang telah dibayarkan bisa lenyap seketika dan kerugiannya jauh lebih besar karena dibayar sekaligus. Verifikasi legalitas developer menjadi langkah krusial sebelum bertransaksi.
Baca juga: Cara Mengecek Legalitas Developer
– Risiko KPR
Meski terlihat ringan di awal, total biaya melalui KPR bisa lebih tinggi karena adanya bunga dan biaya administrasi. Bunga KPR juga bersifat fluktuatif sehingga cicilan berpotensi naik mengikuti kondisi ekonomi. Gagal bayar pun berisiko menyebabkan rumah disita oleh bank.
Mana yang Lebih Tepat Jika Ingin Membeli Perumahan di Solo?
Jika membeli rumah secara KPR, potensi keuntungan balik bisa lebih besar seiring meningkatnya harga properti setiap tahun. Sebagai contoh, dari uang muka 20% senilai Rp80 juta atas properti Rp400 juta, kenaikan nilai Rp100 juta dalam setahun menghasilkan keuntungan sekitar 125% dari modal awal.
Sementara itu, cash lebih cocok bagi yang memiliki dana besar dan ingin kepemilikan penuh tanpa beban cicilan. Di Solo, salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah Citra Buana Residence 2, perumahan bergaya Korea modern dengan lokasi strategis dan fleksibilitas skema pembayaran KPR maupun tunai.
Sesuaikan dengan Kondisi, Jangan Tunda Keputusan!
Tidak ada metode yang secara mutlak lebih baik. Yang terpenting adalah keputusan yang selaras dengan kondisi finansial dan tujuan investasi jangka panjang sebelum harga properti di Solo kembali bergerak naik.
Sudah siap beli rumah? Baik lewat KPR maupun cash, Citra Buana Residence 2 menerima keduanya. Hubungi tim kami sekarang untuk informasi unit dan konsultasi tanpa biaya!


Pingback:Harga Perumahan di Solo Terus Naik? Ini Faktanya
Pingback:Inflasi Energi Global Picu KPR Perumahan di Solo Naik Lagi?
Pingback:Rupiah Menguat, Waktu yang Tepat Beli Rumah di Solo