Beli Perumahan Solo mending KPR aja apa pinjaman bank

Punya rumah sendiri, apalagi di kawasan strategi seperti beli perumahan Solo, pasti jadi impian banyak orang. Tapi pas mau beli, sering kali muncul kebingungan: lebih baik pakai fasilitas KPR (Kredit Pemilikan Rumah) atau pinjaman Bank lewat KTA (Kredit Tanpa Agunan)?

Beli Perumahan Solo mending KPR aja apa pinjaman bank

Beli Perumahan Solo: Apakah Anda ingin menggunakan KPR atau Pinjaman Bank?

Supaya tidak bingung, yuk simak perbandingan sederhana dari kedua cara ini.

1. Beli Perumahan Solo melalui Kredit Perumahan Rakyat (KPR) 

KPR masih menjadi opsi paling populer untuk pembelian hunian dengan skema cicilan bagi masyarakat. Pasalnya, fasilitas kredit ini memang dikhususkan untuk membiayai kebutuhan warga akan hunian.

Baca Juga:Rumah Solo Dana Pensiun: Simulasi KPR untuk Masa Depan

Pembelian rumah dengan skema KPR pun dianggap tidak keanggotaan secara finansial. Debitur cukup menyiapkan sejublmah dana untuk membayar DP atau uang muka, sekitar 20% hingga 30% dari harga rumah, serta biaya lainnya.

Adapun tenor pinjaman KPR bisa mencapai 30 tahun, dengan plafon antara ratusan juta hingga miliaran rupiah. Selain pembiayaan pembelian hunian baru maupun bekas, KPR juga melayani jenis pembiayaan perumahan lain seperti renovasi, refinancing, dan over kredit.

  • Proses Pengajuan KPR

Meski dianggap sebagai salah satu cara muda untuk memenuhi kebutuhan akan hunian, tetap saja ada proses yang harus ditempuh dalam pengajuan KPR. Prosesnya dimulai dari mengumpulkan sejumah berkas dan dokumen sebagai persyarat administrasi. Pihak bank akan menilai kelayakan calon debitur dalam menerima kredit tersebut, selanjutnya ada proses penilaian hingga akad kredit.

  • Skema Penerapan Suku Bunga KPR di Perumahan Solo

Terdapat empat jenis suku bunga yang biasa diterapkan dalam skema cicilan KPR yaitu  tingkat mengambang, tarif tetap, anuitas, hingga bunga efektif. Namun, kebanyakan lembaga perbankan cenderung memadukan penerapan suku bunga tarif tetap dengan tingkat mengambang dalam skema cicilannya. Contohnya, Iman ingin mengajukan KPR untuk membeli rumah di salah satu perumahan Solo yaitu Citra Buana Residence 2. Pengajuan kredit pun disetujui oleh bank dengan skema angsuran fixed 3 tahun. Sebagai contoh rumah yang akan dibeli tersebut seharga Rp1,5 miliar, Iman lantas bayar uang muka sebidang Rp450 juta atau 30% dari harga rumah. Lalu, bank melunasi sisa pembelian rumah itu kepada pengembang sebidang Rp1,05 miliar. Nah, nominal Rp1,05 miliar itulah yang menjadi plafon pinjaman Iman, yang secara otomatis menjadi nilai utang yang harus dilunasi. Artinya, suku bunga fixed hanya diterapkan pada 3 tahun awal periode cicilan. Setelahnya, bunga yang diterapkan pada cicilan rumah Iman adalah tingkat mengambang.

2.Beli Perumahan Solo via Kredit Perumahan Rakyat Kredit Tidak Diklaim (KTA)

Sesuai namanya, KTA adalah produk pinjaman yang bisa diajukan tanpa agunan atau jaminan. Program kredit ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, salah satunya membeli rumah.

Meski bisa diajukan tanpa memberikan jaminan aset bernilai tinggi, plafon kredit yang diberikan julmahnya cukup besar, bisa mencapai Rp200 juta hingga Rp500 juta. Namun, jadilahrbeda dengan KPR, plafon pinjaman KTA durasinya cukup singkat, berkisar antara 1–10 tahun.

  • Skema Pembelian Rumah dengan KTA

Proses pengajuan KTA terbilang lebih cepat, prosesnya hanya memakan waktu sekitar 1–2 minggu. Skema pembelian rumah lewat KTA agak berbeda dengan KPR. Pasalnya, debitur yang melakukan pembelian rumah dengan kredit tersebut tidak harus menyaiap kan uang muka awal. Pada prosesnya, debitur akan membeli rumah incarannya secara cash keras kepada developer lewat uang yang didapatkan dari bank pinjaman.

  • Skema Penerapan Suku Bunga KTA

Ini sedikit berbeda dengan KPR, yang mengharuskan debitur untuk menyiapkan uang muka dengan kisaran 20-30% dari harga rumah. Sisa pembayaran dari pembelian tersebut akan dilunasi oleh bank dan menjadi plafon kredit dalam KPR. Agar lebih jelas, berikut simulasi pembelian rumah via KTA: Misalnya Iman membeli rumah di sebuah cluster, kemudian ia mengajukan KTA untuk pembelian rumah tersebut. Bank menyetujui pinjaman. Pada prosesnya, pembelian rumah dilakukan secara cash keras kepada penjual atau pengembang melalui uang yang dihasilkan dari bank pinjaman. Adapun jenis suku bunga yang diterapkan dalam KTA umumnya adalah bunga efektif dan fixed.

Baca juga:Cara Beli Rumah di Solo Tanpa Ribet dari Awal sampai Akhir

Jadi, Pilih yang Mana?

Semua kembali lagi ke kondisi dompet dan apa kebutuhan utamamu.

  • Pilih KPR jika: Kamu ingin beli rumah baru di perumahan Citra Buana Residence 2 dengan cicilan bulanan yang lebih ringan dan tak masalah harus menabung untuk Uang Muka (DP) dulu.
  • Pilih KTA jika: Kamu butuh dana cepat untuk membangun rumah dari nol di atas tanah kosong, atau ingin merenovasi rumah. Pastikan kamu sudah menghitung biaya bangunannya dengan pas agar uang pinjamannya cukup.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *