Lantai keramik terdengar kopong saat diketuk atau diinjak? Kondisi ini biasanya disebabkan adanya rongga di bawah keramik akibat pemasangan yang kurang tepat. Jika dibiarkan, keramik berisiko retak atau terlepas. Kenali penyebab, cara mengecek, dan solusi mengatasi lantai keramik kopong agar kerusakan tidak semakin parah.
Apa Itu Lantai Keramik Kopong dan Mengapa Perlu Diwaspadai?
Keramik kopong adalah keramik yang tidak menempel penuh pada dasarnya karena ada rongga di bawahnya. Kondisi ini sering tidak terlihat, tetapi bisa terdengar dari bunyi ketika lantai diketuk atau diinjak.
- Keramik lebih mudah retak atau pecah saat terkena beban
- Keramik bisa terangkat dan lepas dari dasarnya
- Pecahan keramik dapat melukai kaki saat dilintasi
- Nat yang longgar membuat air dan udara lebih mudah masuk
Semakin lama dibiarkan, kerusakannya cenderung meluas ke keramik di sekitarnya.
6 Penyebab Lantai Keramik Kopong
Kopong umumnya berkaitan dengan cara pemasangan dan kondisi lantai. Tabel berikut meringkas penyebabnya, lalu setiap poin dijelaskan satu per satu.
| Penyebab | Penjelasan singkat |
| Adukan tidak merata | Ada bagian bawah keramik yang tidak terisi |
| Perekat mengering lebih dulu | Keramik tidak menempel dengan erat |
| Memakai semen biasa | Daya rekat dan susutnya kurang terkendali |
| Dasar lantai belum kering atau tidak rata | Keramik mudah tertekan atau mengangkat |
| Nat terlalu rapat | Tidak ada ruang untuk muai dan susut |
| Air dan banjir | Nat terkikis dan perekat melemah |
1. Adukan atau Perekat Tidak Merata
Jika perekat tidak diaplikasikan merata, akan ada rongga udara di antara keramik dan dasar lantai. Rongga ini bisa memuai dan mengangkat keramik.
Pada pemasangan yang kurang rapi, bagian tengah keramik sering kosong sementara tepinya saja yang menempel.
2. Perekat Sudah Mengering Sebelum Keramik Dipasang
Perekat atau semen di bagian belakang keramik bisa mengering bila pemasangan terlalu lama. Akibatnya keramik tidak menempel dengan erat.
Sebagian panduan menyarankan keramik direndam sebentar sebelum dipasang agar perekat lebih mudah menempel.
3. Memakai Semen Biasa Sebagai Perekat
Perekat khusus keramik umumnya lebih kuat dibanding semen biasa. Perekat jenis ini juga membantu mengurangi penyusutan air yang bisa membuat bagian bawah keramik kopong.
4. Dasar Lantai Belum Kering atau Tidak Rata
Keramik yang dipasang di atas beton yang belum kering sempurna rentan mengalami tekanan dan retak. Dasar yang tidak rata juga membuat ketebalan adukan berbeda dan rongga mudah muncul.
5. Nat Terlalu Rapat atau Tidak Ada Celah Muai
Keramik dan adukan dapat memuai dan menyusut mengikuti suhu. Karena itu jarak nat, termasuk di tepi yang berbatasan dengan dinding, perlu disediakan sebagai ruang gerak.
6. Air dan Banjir
Nat yang rusak atau terkikis membuka celah masuknya air dan udara ke bawah keramik. Lantai yang pernah terendam juga bisa membuat perekat melemah dan keramik terangkat.
Pelajari kebiasaan menjaga kelembapan rumah lewat panduan perawatan atap rumah sebelum musim hujan.
Baca Juga : Panduan Lengkap Perawatan Atap Rumah sebelum Musim Hujan
Cara Mengecek Lantai Keramik Kopong
Pengecekan bisa dilakukan sendiri tanpa alat khusus. Lima langkah berikut membantu Anda menemukan area yang kopong.
- Bersihkan lantai dan kosongkan area yang akan dicek
- Ketuk keramik perlahan dengan gagang obeng, koin, atau tongkat kayu
- Dengarkan perbedaan bunyi, bunyi padat berarti menempel dan bunyi tok-tok berarti berongga
- Tandai area kopong dengan selotip kertas
- Foto dan catat luasnya untuk bahan konsultasi dengan tukang
Cek juga kondisi nat secara berkala. Nat yang retak atau terkikis bisa menjadi tanda awal masalah.
Solusi Mengatasi Lantai Keramik Kopong
Pilihan perbaikan bergantung pada luas kopong dan kondisi keramik. Tabel berikut menjadi panduan awal, sementara keputusan akhir sebaiknya dikonsultasikan dengan tukang.
| Kondisi | Solusi | Catatan |
| Kopong kecil dan keramik masih utuh | Injeksi material pengisi lewat lubang kecil | Hasil bergantung pada kondisi dan material |
| Kopong luas atau keramik retak | Bongkar dan pasang ulang | Gunakan perekat khusus keramik |
| Nat rusak atau terkikis | Perbaiki nat | Mencegah air dan udara masuk |
| Keramik sudah pecah | Ganti keramik | Siapkan cadangan keramik sejenis |
Pada kopong kecil, tukang dapat memasukkan material pengisi seperti grout ke rongga lewat lubang kecil. Cara ini tidak selalu cocok untuk semua kondisi, jadi minta penjelasan dan jaminan pengerjaan dari tukang.
Bila kopong sudah meluas, bongkar pasang biasanya lebih aman. Pastikan dasar lantai bersih dan kering sebelum keramik dipasang kembali.
Cara Mencegah Lantai Keramik Kopong pada Rumah Baru
Pencegahan paling efektif dilakukan sejak awal pemasangan. Beberapa hal berikut bisa Anda tanyakan atau pastikan.
- Gunakan perekat khusus keramik dan aplikasikan secara merata
- Pastikan dasar lantai kering, bersih, dan rata sebelum keramik dipasang
- Sediakan jarak nat yang cukup, termasuk di tepi dinding
- Cek nat secara berkala dan perbaiki bila retak
- Tinggikan lantai bila rumah berada di area rawan banjir
Saat membeli rumah baru, tanyakan jenis material dan perekat yang dipakai. Pelajari contoh pembahasan material premium untuk perumahan di Solo dan ciri developer perumahan terbaik sebagai bekal.
Untuk ide pemilihan keramik, lihat inspirasi kamar mandi ala Korea.
Kapan Harus Memanggil Tukang?
Tidak semua kerusakan aman ditangani sendiri. Segera konsultasikan bila Anda menemukan kondisi berikut.
- Area kopong terus melebar dari waktu ke waktu
- Keramik retak, terangkat, atau mulai lepas
- Nat rusak di area basah seperti kamar mandi dan dapur
- Lantai pernah terendam banjir
Tukang berpengalaman dapat menilai penyebabnya dan menentukan perbaikan yang tepat. Bagi pembeli rumah baru, hal ini juga bisa dikaitkan dengan masa pemeliharaan dari developer.
Baca Juga : Kenapa Muncul Jamur pada Lemari? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
Cek Lantai Sebelum Serah Terima
Saat survei atau serah terima rumah baru, ketuk lantai di beberapa titik dan tanyakan jenis perekat keramik yang dipakai. Anda juga bisa membaca cara mengecek legalitas developer dan membandingkan rekomendasi perumahan Solo sebelum memutuskan.
Citra Buana Residence 2 mengusung konsep Modern Korean seperti pada Korean Modern Living, dengan tipe Deiji dan Jindallae. Kenali pengembangnya, PT Puri Alam Sentosa, intip fasilitas dan lokasinya, ikuti Instagram @purialamsentosa, lalu atur jadwal survei lewat WhatsApp 0895-1717-0707.

