Pasar perumahan di kota Solo sedang mengalami pergeseran selera yang signifikan. Pembeli rumah tidak lagi puas dengan tata ruang konvensional yang kaku dan monoton. Desain perumahan solo seperti split-level dan open plan kini menjadi dua konsep hunian yang paling banyak dicari di pasar. Bukan sekadar tren estetika, melainkan jawaban nyata atas kebutuhan fungsional keluarga modern. Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk membeli rumah di Solo, memahami kedua konsep ini adalah langkah pertama yang tepat sebelum mengambil keputusan.

Dari Gaya Hidup Global ke Hunian Lokal, Kenapa Kini Saatnya Beralih?
Konsep open plan pertama kali populer di Amerika Serikat dan Eropa pada era 1950-an, sementara split-level berkembang sebagai solusi cerdas untuk lahan berkontur atau kavling dengan luasan terbatas. Keduanya kemudian diadopsi secara luas di Asia, termasuk Indonesia, seiring meningkatnya paparan masyarakat terhadap inspirasi desain global melalui media sosial dan platform properti digital.
Rumah123.com mencatat bahwa tren desain ruang terbuka dan multifungsi kini semakin diminati di Indonesia, terutama karena menjawab kebutuhan fleksibilitas gaya hidup pasca-pandemi termasuk kebutuhan ruang kerja di rumah. Perubahan gaya hidup ini mendorong para pengembang properti untuk menghadirkan produk hunian yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan penghuninya.
Solo, Kota yang Tepat di Waktu yang Tepat
Solo bukan sekadar kota budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, Surakarta menjelma menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan properti tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data pasar properti lokal, harga rumah di Solo mencatat kenaikan rata-rata 8-12% per tahun, terutama di kawasan yang dekat akses tol, kampus, dan pusat kota.
Faktor pendorong utamanya antara lain pembangunan Tol Solo-Yogyakarta, kedekatan dengan Bandara Adi Soemarmo, pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta tingginya minat generasi muda dan keluarga baru untuk memiliki hunian pertama di kota yang relatif lebih terjangkau dibanding Yogyakarta atau Semarang. Di tengah momentum inilah, split-level dan open plan pada desain perumahan Solo hadir sebagai nilai tambah yang membuat sebuah unit perumahan jauh lebih kompetitif di pasar.
Bedah Konsep Split-Level, Lebih dari Sekadar Dua Lantai
Desain split-level bukan rumah bertingkat biasa. Konsep ini membagi bangunan menjadi beberapa level yang terhubung tangga pendek, biasanya tiga hingga empat anak tangga. Sehingga setiap zona memiliki ketinggian lantai yang berbeda. Hasilnya adalah pembagian area yang organik: zona publik terpisah secara visual dan akustik dari zona privat tanpa perlu dinding permanen.
Keunggulan utama desain split-level meliputi privasi bertingkat yang optimal tanpa mengorbankan kesan terbuka, sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang lebih baik karena struktur bertingkat, solusi ideal untuk kavling sempit atau lahan berkontur, efisiensi biaya pembangunan dibanding rumah dua lantai penuh, serta fleksibilitas penambahan ruang seperti mezzanine di masa depan.
Baca juga: Keuntungan Desain Split Level yang Mengubah Cara Anda Tinggal
Bedah Konsep Open Plan, Rumah yang Terasa Dua Kali Lebih Luas
Open plan atau open floor plan adalah pendekatan tata ruang yang menghapus sekat antara ruang tamu, ruang makan, dan dapur menjadikannya satu area komunal yang mengalir bebas. Konsep ini menciptakan kesan luas secara visual, memaksimalkan cahaya alami, dan mendukung interaksi antaranggota keluarga secara lebih intim dan hangat.
Menurut laporan tren desain dari platform properti nasional CariProperti (2025), konsep open floor plan diprediksi semakin populer karena menganut prinsip fleksibilitas dengan adanya partisi geser yang memungkinkan penghuni mengubah fungsi ruang sesuai kebutuhan secara mudah. Konsep ini sangat relevan untuk keluarga muda Indonesia yang menginginkan rumah yang terasa luas meski dengan kavling terbatas.
Keunggulan open plan mencakup kesan ruang yang jauh lebih lega dari ukuran sebenarnya, pencahayaan dan ventilasi alami yang optimal, kemudahan pengawasan anak bagi orang tua, desain yang lebih mudah disesuaikan dengan perabot multifungsi, serta nilai jual kembali yang lebih tinggi di pasar sekunder.
Citra Buana Residence 2, Ketika Split-Level Bertemu Dengan Gaya Korea
Citra Buana Residence 2 salah satu perumahan yang berhasil menghadirkan konsep desain split-level dan open plan. Perumahan Solo dengan sentuhan kontemporer yang dikembangkan oleh PT Puri Alam Sentosa. Berlokasi di kawasan Colomadu, Karanganyar. Bagian barat Solo yang kini berkembang pesat sebagai pusat hunian baru. Perumahan ini menjadi pionir dalam memadukan split-level dengan estetika Korean style yang minimalis dan bersih.
Citra Buana Residence 2 menghadirkan desain lantai dengan ketinggian berbeda yang menciptakan kesan ruang lebih luas sekaligus meningkatkan fungsionalitas area. Sentuhan Korean style pada fasad dengan komposisi warna netral, jendela lebar, dan detail eksterior yang bersih. Menjadikan hunian ini tampil berbeda di antara perumahan lain di kawasan Solo Raya. Ini bukan hanya rumah yang indah dipandang, melainkan rumah yang benar-benar nyaman untuk ditinggali jangka panjang.
Dari Inspirasi ke Kunci Pintu Mulai dari Sini
Desain perumahan solo seperti split-level dan open plan bukan sekadar estetika. Keduanya adalah investasi pada kualitas hidup ruang yang lebih fungsional, suasana yang lebih lapang, dan nilai properti yang lebih kompetitif. Sesuai dengan pasar Solo yang sedang bertumbuh. Momentum terbaik untuk membeli adalah sekarang, sebelum harga kembali naik dan unit pilihan habis terjual.
Citra Buana Residence 2 adalah jawaban konkret bagi Anda yang ingin mewujudkan hunian modern dengan konsep split-level bergaya Korea. Jangan tunda keputusan yang bisa mengubah kualitas hidup Anda dan keluarga. Kunjungi website Citra Buana Residence 2, jadwalkan kunjungan unit, dan konsultasikan kebutuhan hunian Anda bersama tim kami.
