Awal Februari 2026, publik dikejutkan oleh bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, tepatnya di Desa Padasari. Hujan lebat yang turun berhari-hari memicu pergerakan tanah dari area perbukitan, membuat ratusan rumah retak, ambruk, dan memaksa ribuan warga mengungsi. Jalan lingkungan terbelah, fondasi bangunan tak lagi utuh, dan area tersebut akhirnya dinyatakan tidak layak huni. Hal ini menjadi peringatan khususnya bagi Anda yang di Solo, agar lebih teliti untuk melihat kondisi tanah dan kualitas infrastruktur daerah sekitar perumahan cluster sebelum membeli rumah.

Waspadai Tanah Bergerak
Tanah bergerak adalah kondisi ketika lapisan tanah mengalami pergeseran, baik secara cepat maupun perlahan. Pergerakan tersebut biasanya dipicu oleh air, struktur tanah yang kurang padat, atau beban di atasnya.
Fenomena alam tanah bergerak seringkali tidak langsung terlihat. Justru gejalanya muncul bertahap mulai dari retakan kecil, penurunan permukaan, hingga kerusakan jalan kawasan. Sehingga, kualitas pengolahan tanah dan infrastruktur sejak awal pembangunan menjadi sangat krusial.
Baca Juga: Tipe Tanah Penentu Kualitas Perumahan Solo
Ciri-Ciri Tanah Bergerak
1. Retakan Tanah atau Jalan yang Muncul Berulang
Retakan halus di permukaan tanah atau jalan yang terus muncul meski sudah diperbaiki bisa menjadi tanda pergerakan tanah di bawahnya. Polanya biasanya memanjang dan mengikuti arah tertentu.
2. Permukaan Jalan Tidak Rata
Jika jalan perumahan terlihat bergelombang, naik-turun, atau ada bagian yang terlihat turun, bisa jadi menandakan tanah dasar belum stabil atau mengalami penurunan bertahap.
3. Genangan Air yang Tidak Wajar
Tanah yang bergerak sering mengubah kemiringan alami permukaan tanah. Akibatnya, air hujan tidak mengalir semestinya dan justru menggenang di titik-titik tertentu.
4. Struktur di Sekitar Jalan Mulai Miring
Pagar, tiang lampu, atau saluran drainase yang tampak miring perlahan sering menjadi sinyal rayapan tanah yang berbahaya jika dibiarkan.
5. Kondisi Memburuk Saat Musim Hujan
Kasus tanah bergerak baru terasa dampaknya saat intensitas hujan tinggi. Air yang meresap membuat tanah menjadi jenuh, berat, dan kehilangan daya ikatnya.
Dampak Tanah Bergerak
Dampak tanah bergerak bisa meluas:
-
Jalan cepat rusak dan butuh perbaikan berulang
-
Drainase tidak berfungsi optimal
-
Biaya perawatan lingkungan meningkat
-
Nilai investasi properti menurun dalam jangka panjang
Baca Juga: Gempa Pacitan Guncang Rumah di Solo
Jangan Taruh Investasi di Atas Tanah yang Salah
Sebagai pengembang yang memahami risiko tanah bergerak, PT Puri Alam Sentosa mengutamakan kualitas lahan dan infrastruktur sebagai prioritas utama sejak tahap awal pembangunan perumahan cluster Solo salah satu bentuk nyatanya yaitu, Citra Buana Residence 2.
Di Citra Buana Residence 2, kualitas tidak berhenti di desain rumah saja. Jalan kawasan dibangun berlapis, dimulai dari pemadatan tanah, lalu dilapisi sirtu (pasir batu), batu kali, ladu (pasir halus), batu koral, abu batu, dan terakhir paving. Proses seperti ini dirancang untuk menciptakan jalan yang lebih kokoh, stabil, dan tahan lama, bahkan dalam jangka waktu yang panjang.
Untuk informasi detail unit, promo yang sedang berlangsung, hingga penjadwalan kunjungan show unit, silakan hubungi tim marketing kami di 0895 1717 0707 atau kunjungi website resmi kami di citrabuanaresidence.com
